Lanjut - Timbang berat cintamu dan dirinya
Kamis, 29 April 2010
Kebutuhan Dasar Pada Ibu dalam Proses Persalinan
Bidan adalah orang yang diharapkan ibu sebagai pendamping persalinan yang dapat diandalkan serta mampu memeberikan dukungan, bimbingan dan pertolongan persalinan.
Asuhan yang sifatnya mendukung selama persalinan merupakan suatu standar pelayanan kebidanan. Asuhan yang mendukung berarti bersifat aktif dan ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung.
Jika seorang bidan sedang sibuk, maka ia harus memastikan bahwa ada seorang pendukung yang hadir dan memantu wanita yang sedang dalam persalinan.
Dukungan dapat diberikan oleh orang-orang terdekat pasien (suami, keluarga, teman, perawat, bidan maupun dokter).
Pendamping persalinan hendaknya orang yang sudah terlibat sejak dalam kelas-kelas antenatal. Mereka dapat membuat laporan tentang kemajuan ibu dan secara terus menerus memonitor kemajuan persalinan.
1. Bidan harus mampu memberikan perasaan kehadiran:
2. Selama bersama pasien, bidan harus konsentrasi penuh untuk mendengarkan dan melakukan observasi.
3. Membuat kontak fisik : mencuci muka pasien, menggosok punggung dan memegang tangan pasien dll.
4. Menempatkan pasien dalam keadaan yakin (bidan bersikap tenang dan bisa menenangkan pasien).
Ada lima kebutuhan dasar bagi wanita dalam persalinan menurut Lesser & Keane ialah:
• Asuhan fisik dan psikologis
• Kehadiran seorang pendamping secara terus menerus
• Pengurangan rasa sakit
• Penerimaaan atas sikap dan perilakunya
• Informasi dan kepastian tentang hasil persalinan yang aman.
Rabu, 28 April 2010
Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Ibu dalam Masa Persalinan
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin atau uri) yang telah cukup bulan atau hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri) (Manuaba, 1998: 157).
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin+uri), yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. (Mochtar, 1998:91)
Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. ( Sarwono, 2005 : 181 )
B. Bentuk Persalinan
1. Persalinan spontan, bila persalinan berlangsung dengan tenaga sendiri.
2. Persalinan buatan, bila persalinan denagn rangsangan sehingga terdapat kekuatan untuk persalinan.
3. Persalinan anjuran
yang paling ideal sudah tentu persalinan spontan karena tidak memerlukan bantuan apapun dan mempunyai trauma persalinan yang paling ringan sehingga kualitas sumber daya manusia dapat terjamin. (Manuaba, 2002 :138)
C. Beberapa Istilah yang Ada Hubungannya dengan Partus
1. Menurut cara Persalinan
a. Partus biasa ( normal )disebut juga partus spontan, adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.
b. Partus luar biasa ( abnormal ) ialah persalinan pervaginam dengan bantuan alat-alat atau melalui dinding perut dengan operasi caesarea
2. Menurut tua ( umur ) kehamilan :
a. Abortus ( keguguran )adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup ( viable )- berat janin di bawah 1000gr- tua kehamilan di bawah 28 minggu.
b. Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28-38 minggu, janin dapat hidup tetapi prematur berat janin antara 1000-2500gr.
c. Partus maturus atau aterm ( cukup bulan ) adalah partus pada kehamilan 37-40 minggu, janin matur berat badan diatas 2500gr.
d. Partus post maturus ( serotinus ) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang di taksir, janin disebut post matur.
e. Partus presipatatus adalah partus yang berlangsung cepat, mungkin di kamar mandi, di atas becak dan sebagainya.
f. Partus percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti tentang ada atau tidaknya disproporsi sefalopelvik.
Pembagian menurut buku lama adalah :
a. Abortus ialah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan 16 minggu atau sebelum plasentasi selesai.
b. Partus imaturus adalah penghentian kehamilan sebelum janin viable atau berat janin kurang dari 1000gr atau kehmailan di bawah 28 minggu.
3. Gravida dan para
a. Gravida adalah seorang wanita yang sedang hamil.
b. Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya.
c. Para adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi hidup untuk pertama kalinya.
d. Nullipara adalah seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi viable.
e. Primipara adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi hidup untuk pertama kalinya.
f. Multipara atau pleuripara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi viable beberapa kali( sampai 5 kali ).
g. Grande multipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi 6 kali atau lebih, hidup atau mati.
( Mochtar, 1998 : 91-92 )
D. Sebab – sebab yang menimbulkan persalinan
Sebab-sebab terjadinya persalinan belum diketahui benar, yang ada hanyalah merupakan teori-teori yang kompleks antara lain dikemukakan faktor-faktor hormonal, sirkulasi rahim, pengaruh tekanan pada syaraf dan nutrisi.
Teori penurunan hormon : 1-2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Progesteron bekerja sebagai penenang otot-otot polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his bila kadar progesteron turun.
1. Teori plasenta menjadi tua akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim.
2. Teori distensi rahim : rahim yang menjadi besar dan meregang menyebabkan iskemia otot-otot rahim, sehingga mengganggu sirkulasi utero plasenter.
3. Teori iritasi nekanik : dibelakang serviks terletak ganglion servikale (fleksus frankenhauser). Bila ganglion ini digeser dan di tekan, misalnya oleh kepala janin, akan timbul kontraksi uterus.
4. Induksi partus ( Induction of labour ), partus dapat pula ditimbulkan dengan jalan :
a) Gagang laminaria : beberapa laminaria dimasukkan dalam kanalis servikalis dengan tujuan merangsang fleksus frankenhauser.
b) Amniotomi : pemecahan ketuban
c) Oksitosin drips : pemberian oksitosin menurut tetesan per infus. ( Mochtar, 1998 : 93 )
E. Terjadinya permulaan persalinan
Dengan turunnya hormon progesteron menjelang persalinan dapat terjadi kontraksi. Kontraksi otot rahim menyebabkan :
1. Turunnya kepala, masuk pintu atas panggul, terutama pada primigravida minggu ke -36 dapat menimbulkan sesak bagian bawah, di atas simpisis pubis dan sering ingin kencing karena kandung kemih tertekan kepala.
2. Perut lebih melebar karena fundus uteri turun.
3. Terjadi perasaan sakit di daerah pinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan tertekannya fleksus frankenhuser yang terletak sekitar serviks ( tanda persalinan palsu-false labour
4. Terjadi pengeluaran lendir, dimana lendir penutup serviks dilepaskan.
5. Terjadi perlunakan serviks karena terdapat kontraksi otot rahim.
( Manuaba, 1998 : 160 )
F. Tahapan Persalinan
Proses persalinan terdiri dari 4 kala, yaitu :
Kala I : waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm
Kala II : kala pengeluaran janin, waktu uterus dengan kekuatan his ditambah kekuatan mengedan mendorong janin keluar hingga lahir
Kala III : waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri
Kala IV : mulai dari lahirnya uri selama 1-2 jam
1. Kala I ( Kala Pembukaan )
In partu (partus mulai) ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show), karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effacement).
Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka
Kala pembukaan dibagi 2 fase, yaitu :
a. Fase laten : di mana pembukaan serviks berlangsung lambat ; sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7-8 jam.
b. Fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 subfase :
1) Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm
2) Periode dilatasi maksimal (steady) : selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm
3) Periode deselerasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan jadi 10 cm atau lengkap
Dalam buku-buku, proses membukanya serviks disebut dengan berbagai istilah : melembek (softening), menipis (thinned out), oblitrasi (obliterated), mendatar dan tertarik ke atas (effaced and taken up) dan membuka (dilatation)
Fase-fase yang dikemukakan di atas dijumpai pada primigravida. Bedanya dengan multigravida ialah :
Primi Multi
Serviks mendatar (effacement) Mendatar dan membuka
Dulu baru dilatasi bisa bersamaan
Berlangsung 13-14 jam berlangsung 6-7 jam
2. Kala II (kala pengeluaran janin)
Pada kala pengeluaran janin, his terkoordinir, kuat, cepat, dan lebih lama, kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Karenan tekanan pada rectum, ibu merasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, akan lahirlah kepala, diikuti oleh seluruh badan janin. Kala II pada primi : 1 ½ - 2 jam, pada multi ½ - 1 jam
3. Kala III (kala pengeluaran uri)
Setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat sebentar. Uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta. Beberapa saat kemudian, timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam waktu 5-1 menit seluruh plasenta terlepas, terdorong ke dalam vagina dana akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simfisis atau fundus uteri. Seluruhb proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc
4. Kala IV
Adalah kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi dan uri lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan postpartum.
Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah :
Primi Multi
Kala I 13 jam 7 jam
Kala II 1 jam ½ jam
Kala III ½ jam ¼ jam
Lama persalinan 14 ½ jam 7 ¾ jam
G. Tujuan Asuhan Persalinan
Tujuan asuhan persalinan normal yaitu mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat optimal.
H. Tanda-tanda persalinan
Gejala persalinan sebagai berikut :
1. Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek.
2. Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda, yaitu :
a. Pengeluaran lendir
b. Lendir bercampur darah
3. Dapat disertai ketuban pecah
4. Pada pemeriksaan dalam, dijumpai perubahan serviks :
a. Perlunakan serviks
b. Pendataran serviks
c. Terjadi pembukaan serviks
Faktor-faktor penting dalam persalinan adalah :
1. Power
a. His ( kontraksi rahim )
b. Kontraksi otot dinding rahim
1) Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan
2) Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum
2. Pasanger
Janin dan plasenta
Passage
Jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang.
Pada waktu partus akan terjadi perubahan-perubahan pada uterus, serviks, vagian dan dasar panggul. ( Manuaba, 1998 : 160 )
Senin, 08 Juni 2009
menghilangkan nyeri persalinan???
yang namanya persalinan memang harus disertai dengan nyeri.
jawabnya tentu bisa.
tapi tidak seutuhnya nyeri tersebut di hilangkan , kalau menurut saya nyeri dapat kita minimalkan.
rasa nyeri pada persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim. nah kontraksi rahim inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan dapat menjalar ke arah paha.
kontraksi ini menyebabkan adanya pembukaan mulut rahim. dengan adanya pembukaan mulut rahim maka akan terjadi persalinan.
rasa nyeri yang ditimbulkan oleh kontraksi rahim ini dapat dikurangi antara lain dengan cara :
- memberi rasa nyaman pada ibu bersalin
- menggunakan teknik pernafasan tertentu
- menggunakan anastesi (pembiusan)
- menggunakan obat-obatan sedativa (penenang)
- rasa nyaman pada ibu bersalin
seorang ibu yang akan menghadapi persalinan biasanya dihadapi dengan rasa cemas dan takut. bayang-bayang persalinan yang menegangkan dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan ibu. oleh karena itu di sini diperlukan peran dari lingkungan di sekitar ibu baik dukungan dari tenaga medis maupun dari sang suami dan keluarganya
kehadiran suami di sisi ibu ketika menjalani persalinan dapat membantu memberikan rasa nyaman. Dengan dukungan yang diberikan oleh suami ibu akan merasa lebih tenang sehingga akan mengurangi ketegangan yang dialami oleh ibu.
selain itu ibu dapat pula diberikan massage pada punggung. massage pada punggung merupakan therapy untuk mengurangi rasa nyeri pada persalinan
- teknik pernafasan (hypnobreathing)
sekarang sudah banyak diadakan latihan-latihan pernafasan salah satunya yang paling terkenal adalah yoga. latihan pernafasan pada saat kehamilan dapat membantu ibu untuk mengurangi rasa sakit. latihan pernafasan juga bisa didapatkan pada latihan senam hamil.
untuk pemberian anastesi dan obat-obatan saya tidak akan membahas lebih lanjut karena ada ahlinya yang dapat membahas hal ini
yang terpenting adalah pengawasan selama kehamilan (pemeriksaan kehamilan) secara rutin dapat membantu ibu untuk mendapatkan informasi tentang proses persalinan. sehingga ibu tidak perlu khawatir akan proses persalinan yang akan dijalaninya...
thank's for donny atas sarannya.....
Minggu, 07 Juni 2009
Letak sungsang adalah letak memanjang dengan bokong sebagai bagian yang terendah (presentasi bokong)
Pembagian letak sungsang
• Letak bokong murni
• Letak bokong kaki
• Letak lutut
• Letak kaki
Letak Bokong Murni
• Teraba bokong
• Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi
• Kedua kaki bertindak sebagai spalk
Diagnosis
• Pemeriksaan luar
- Kepala janin teraba di fundus uteri
- Bag. Bawah uterus teraba bokong
• Djj setinggi/lebih tinggi > umbilikus
• Ibu merasa kehamilan terasa lain
• Gerakan janin terasa lebih banyak di bagian bawah
Jika tidak bisa periksa luar :
• Periksa dalam
– Teraba bokong :
• Sakrum
• Tuber ossis iskii
• Anus
– Teraba kaki : tumit
– Tangan :
• Jari tidak sejajar
• Panjang jari kurang lebih sama dengan telapak tangan
Letak Bokong Kaki Sempurna
• Teraba bokong
• Kedua kaki berada di samping bokong
Letak bokong tak sempurna
• Teraba bokong
• Di samping bokong teraba kaki
Letak kaki
• Bila bagian terendah teraba salah satu dan kedua kaki atau lutut
• Dapat dibedakan :
letak kaki, bila kaki terendah
letak lutut bila lutut terendah
Penyebab Letak Sungsang
- Sudut Ibu
a. keadaan rahim
• Rahim arkuatus
• Septum pada rahim
• Uterus dupleks
• Mioma bersama kehamilan
b. keadaan plasenta
• Plasenta letak rendah
• Plasenta praevia
c. Keadaan jalan lahir
• Kesempitan panggul
• Deformitas tulang panggul
• Terdapat tumor menghalangi jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala
- Sudut Janin
Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsang
• Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat
• Hidrosefalus atau anensefalus
• Kehamilan kembar
• Hidramnion atau oligohidramnion
• Prematuritas
Mekanisme Persalinan
1. Bokong masuk ke dalam rongga panggul dengan garis pangkal paha melintang atau miring
2. Putaran paksi dalam (ketika menyentuh dasar panggul )
3. Fleksi lateral badan janin
4. Putaran paksi LUar
5. Putaran Paksi dalam pada Bahu
6. Kepala masuk PAP dengan sutura sagitalis miring/melintang
7. Kepala melakukan putaran paksi dalam
8. Muka memutar ke posterior
9. Oksiput ke arah simpisis
Penatalaksanaan Antenatal
• Waspada thd kasus letak sungsang dimulai sejak kehamilan 24 mg
• Bila pd kehamilan 28-30mg masih didaptkan letak sungsang maka dilakukan USG untuk mencari penyebab kelainan
Prognosa Persalinan
1.Ibu
– Persalinan lama (krn bo/kaki lunak)
– Robekan Cx (bo-kaki lahir O blm masuk)
2.Anak
– Kemacetan persalinan kepala
• Asphyksia, kematian,perdarahan intracranial robekan otot leher, trauma columna vert, kerusakan plek brachialis.
• Kemacetan bahu
- Frakrur humerus
- Kerusakan organ visera
• Persalinan bokong
- Fraktur os femoris
- Paralysa tungkai
Kelahiran kepala janin > 8 menit setelah umbilikus dilahirkan, akan membahayakan janin
Penanganan
• Dalam Kehamilan :
Versi luar (tidak dianjurkan)
- sebaiknya dilakukan pada UK 34-38 mgg
- diagnosis letak janin pasti
- djj dalam keadaan baik
- kontraindikasi :
* panggul sempit * HAP
* Hipertensi * Gemelli
* Plasenta Praevia
VERSI LUAR
Dalam persalinan
• Ada beberapa tindakan :
- Bracht : manual aid & manual hilfe
- klasik
- mueller
- loveset
Pada prinsipnya persalinan letak sungsang lebih baik ditolong dengan menggunakan perasat bracht
1. Tahap pertama : lahirnya bokong sampai umbilikus, spontan.
2. Tahap kedua : fase cepat, lahirnya umbilikus sampai mulut, fase di mana bayi harus dilahirkan cepat karena talipusat terjepit oleh kepala bayi di pintu atas panggul (batas waktu 8 menit).
3. Tahap ke
tiga : fase lambat, lahirnya mulut sampai seluruh kepala. Kepala harus dilahirkan lambat untuk menghindari terjadinya perdarahan intrakranial (ruptura tentorium cerebelli) akibat dekompresi yang mendadak.
Teknik : hiperlordosis badan bayi
Keuntungan :
1. tangan penolong tidak masuk jalan lahir, sehingga mengurangi risiko infeksi.
2. mendekati persalinan fisiologik, mengurangi trauma pada janin.
Kerugian :
1. 5-10% mengalami kegagalan.
2. tidak dilakukan pada panggul sempit, janin besar, jalan lahir kaku (primipara), nuchal arm (lengan menjungkit).
Manual Aid
Indikasi :
1. pertolongan secara Bracht gagal.
2. elektif, karena sejak semula direncanakan pertolongan dengan manual aid.
Tahapan :
1. Tahap pertama : lahirnya bokong sampai umbilikus, spontan
2. Tahap kedua : lahirnya bahu dan lengan memakai tenaga penolong secara klasik (Deventer), Mueller atau Lovset.
3. Tahap ketiga : lahirnya kepala, dengan cara Mauriceau-Veit-Smellie, Najouk, Wigand Martin-Winckel, Prague terbalik, atau dengan cunam Piper
a. Teknik cara klasik
• melahirkan bahu dan lengan belakang lebih dahulu
• melahirkan lengan depan yang berada di bawah simfisis.
• bila lengan depan sukar, maka lengan depan diputar menjadi lengan belakang
• kemudian lengan belakang dilahirkan.
b. Teknik cara Mueller
• melahirkan bahu dan lengan depan lebih dahulu dengan ekstraksi
• melahirkan bahu dan lengan belakang.
c. Teknik cara Lovset
• memutar badan janin dalam setengah lingkaran bolak-balik
• lakukan traksi cunam ke bawah sehingga bahu yang sebelumnya berada di belakang akhirnya lahir di bawah simfisis.
Keuntungan :
1. Sederhana dan kegagalan jarang
2. tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir, sehingga risiko infeksi minimal.
melahirkan kepala yang menyusul (aftercoming head)
Cara Mauriceau-Veit-Smellie
1. Tangan penolong dimasukkan dalam jalan lahir
2. jari tengah dimasukkan dalam mulut
3. jari telunjuk dan jari manis mencekam fossa kanina sedangkan jari lain mencekam leher
4. Badan bayi diletakkan di atas lengan bawah penolong, seperti menunggang kuda.
5. Jari telunjuk dan jari tengah penolong dari lengan yang lain mencekam leher bayi dari arah punggung
6. pertahankan posisi leher dan mencegah terjadinya defleksi atau hiperekstensi kepala.
Cara Najouk
1. Kedua tangan penolong mencekam leher bayi dari arah depan dan belakang.
2. Kedua tangan penolong menarik bahu curam ke bawah
3. asisten membantu mendorong kepala bayi ke arah bawah, dari tekanan suprasimfisis.
Cara Prague terbalik
Cara ini dipakai bila oksiput dengan ubun-ubun kecil berada di belakang dekat sakrum dan muka bayi menghadap simfisis.
Tekniknya :
1. Satu tangan mencekam leher dari bawah
2. Pungung bayi diletakkan di telapak tangan
3. Tangan lain memegang kedua pergelangan kaki
4. Kaki di tarik ke atas bersamaan dg tarikan bahu
5. Perut bayi mendekati perut ibu
6. Lahirkan kepala dg laring sbg hipomoklion
Cunam Piper
Cunam Piper memiliki lengkung kepala dan lengkung panggul yang panjang, dapat dipergunakan untuk melahirkan kepala yang menyusul, ditarik ke bawah.
Indikasi cunam ini setara dengan pertolongan pengeluaran kepala cara Mauriceau.
Ekstraksi pada presentasi bokong
Dilakukan pada presentasi bokong murni (frank breech) dan bokong sudah berada di dasar panggul
1. Masukkan jari telunjuk yang searah dg bagian kecil janin ke dalam jalan lahir
2. Letakkan pada lipat paha
3. tarik lipat paha curam ke bawah
4. Pegang femuro pelvik bayi
5. Lahirkan bayi
6. Manual aid
Teknik ekstraksi kaki (Pinard)
Langkah Pertama :
- Tangan masuk mencari bokong, pangkal paha sampai lutut
- abduksi dan fleksi pada paha janin
- Tangan luar menekan fundus
- Pergelangan kaki luar di pegang dan dituntun keluar dari vagina sampai lutut
Langkah Kedua :
• Kedua tangan penolong memegang betis,
• kaki ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir
Langkah ketiga :
• Pangkal paha ditarik curam ke arah bawah sampai trochanter depan lahir
• disusul trochanter belakang dan bokong lahir.
Langkah keempat :
• Lahirkan bayi dengan memegang femuropelvik
• Tarik curam ke bawah sampai umbilikus lahir
SYARAT PARTUS PERVAGINAM PADA LETAK SUNGSANG
• janin tidak terlalu besar
• tidak ada suspek CPD
• tidak ada kelainan jalan lahir
• Jika berat janin 3500 g atau lebih, terutama pada primigravida atau multipara dengan riwayat melahirkan kurang dari 3500 g, sectio cesarea lebih dianjurkan.
Penyulit yang mungkin terjadi
• SUFOKASI :
ASPIRASI DARAH
LENDIR
• Prolaps tali pusat
• Asfiksia
• Kerusakan Jaringan Otak
• Fraktur pd Tulang2 Bayi
• Cedera flexus brakialis, hematoma otot-otot
Karena banyak sekali gambar yang harus di upload jadi materi yang ini tidak saya sertai dengan gambar-gambar
tapi nanti di entri yang lain akan saya tampilkan khusus gambar-gambar tentang letak sungsang
Rabu, 03 Juni 2009
Kehamilan dengan penyakit gangguan jiwa
Latar Belakang
• Kehamilan adalah suatu masa dimana terjadi perubahan dramatis baik biologis, psikologis maupun adaptasi
• pada wanita. Kehamilan dan nifas kadang-kadang dapat menimbulkan psikosis
• Kehamilan peristiwa yang paling rumit
• Ketidakmatangan dalam perkembangan emosional dan psikoseksual
• Bayang-bayang rasa cemas dan takut akan hal-hal yang mungkin akan terjadi baik pada diri ibu maupun pada bayinya
Penyebab
• Internal
Perubahan tubuh dan hormonal ibu hamil.
• Eksternal
- Kehamilan tak diinginkan
- Kehamilan berisiko
- Jarak kehamilan yang terlalu dekat
- Riwayat keguguran
- Riw. Obstetri buruk
Proses kejiwaan dalam kehamilan
Triwulan I
• Cemas
• Takut
• Panik
• gusar
• Benci pada suami
• Menolak kehamilan
• mengidam
Triwulan II
• Kehamilan nyata
• Adaptasi dengan kenyataan :
- perut bertambah besar
- terasa gerakan janin
Triwulan III
• Timbul gejolak baru menghadapi persalinan
• Perasaan bertanggung jawab
golongan ibu yang mungkin merasa takut
• Ibu yang mempunyai riwayat/pengalaman buruk pada persalinan yang lalu
• Multipara agak berumur
• Primigravida yang mendengar tentang pengalaman ngeri dan menakutkan dari teman-teman lain
Gangguan jiwa yang dapat terjadi pada kehamilan antara lain :
• Gangguan afektif pada kehamilan
• Gangguan bipolar
• Skizofrenia
• Gangguan cemas menyeluruh
• Gangguan panik
• Gangguan obsesif konvulsif
Depresi
suatu perasaan sedih yang sangat mendalam, yang bisa terjadi setelah kehilangan seseorang atau peristiwa menyedihkan lainnya, tetapi tidak sebanding dengan peristiwa tersebut dan terus menerus dirasakan melebihi waktu yang normal.
Tanda depresi kehamilan
• Tidak bisa berkonsentrasi, mengingat, atau mengambil keputusan
• Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terganggu
• hubungan calon ibu dengan orang-orang sekitarnya terganggu
• Kondisi ibu mengancam keselamatan janin
Psikosa
• suatu gangguan jiwa dengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality)
Tanda psikosis
• halusinasi
• Sejumlah kelainan perilaku, seperti aktivitas yang meningkat, gelisah, retardasi psikomotor dan perilaku katatonik.
Pencegahan
• Informasi
• ANC rutin
• Nutrisi
• Penampilan
• Aktivitas
• Relaksasi
• Senam hamil
• Latihan pernafasan
Penanganan
• Konsultasi :
Dokter
Psikolog
Psikiater
Bagi tenaga kesehatan
• Sejak pemeriksaan kehamilan pertama kali tenaga medis harus dengan kesabaran meyakinkan calon ibu bahwa peristiwa kehamilan dan persalinan merupakan hal yang normal dan wajar
• Ajarkan dan berikan latihan-latihan untuk dapat menguasai otot-otot, istirahat dan pernafasan
• Hindari kata-kata dan komentar yang dapat mematahkan semangat si wanita
• Hindari komentar suatu kasus dan gelak tawa
The woman about to become a mother, or with her newborn infant upon her bosom, should be the object of trembling care and sympathy wherever she bears her tender burden or stretches her aching limbs… god forbid that any member of the profession to which she trusts her life, doubly precious at the eventful period, should hazard it negligently, unadvisedly, or selffishly
Oliver Wendel Holmes
Prinsip deteksi dini kelainan, komplikasi dan penyakit dalam kehamilan
1. Pemeriksaan kehamilan dini
2. Kontak dini kehamilan trimester I
3. Skrining untuk deteksi
4. ANC Berdasarkan Kebutuhan Individu
sesuatu untuk semuanya, tetapi lebih untuk yang membutuhkan sesuai dengan kebutuhannya.
Resiko Tinggi Ibu hamil dengan faktor resikonya dapat diamati dan ditemukan sedini mungkin pada awal kehamilan pada ibu hamil yang masih sehat dan merasa sehat. Skrining Antenetal
Melakukan Deteksi dini Resiko Tinggi ibu hamil dengan macam faktor resikonya.
BATASAN FAKTOR RESIKO PADA IBU HAMIL
• KELOMPOK FR I/ Ada potensi resiko
1. Primi Muda : Terlalu Muda hamil pertma umur 16 tahun atu kurang
2. Primi Tua : a. Terlalu tua, hamil pertama umur 35 tahun atau lebih
b. Terlalu lambat hamil. Setelah kawin 4 tahun lebih
3. Primi Tua : Terlalu lama punya anak lagi, terkecil 10 tahun lebih
Sekunder
4. Anak Terkecil : Terlau cepat punya anak lagi, kurang 2 tahun
<2 tahun
5. Grende Multi : Terlalu banyak punya anak 4 atau lebih
6. Umur ≤ 35 tahun : Terlalu tua, hamil umur 35 tahun atau lebih
7. Tinggi Badan
≤ 145 : Terlalu pendek pada hamil pertama, kedua atau lebih belum pernah melahirkan normal dengan bayi cukp bulan dan hidup.
8. Pernah Gagal
Kehamilan : Pernah gagal pada kehamilan yang lalu hamil yang pertama gagal Hamil ketiga/ lebih mengalami gagal 2 kali
9. Pernah Melahirkan
Dengan : a. Tarikan
b. Uri dikeluarkan oleh penolong dari dalam rahim
c. Pernah diinfus/ transfuse pada pendarahan post partum
10. Bekas Operasi
Sesar : Pernah melahirkan bayi dengan operasi sesar sebelum kehamilan ini
• KELOMPOK FR II/ Ada Resiko
11. Ibu Hamil Dengan Penyakit :
a. Anemia : Pucat, lemas badan lekas lelah
b. Malaria : Panas Tinggi, Menggigil keluar keringat, sakit kepala
c. Tuber Colosa Paru : Batuk lama tidak sembuh-sembuh, batuk darah badan lemahlesu dan kurus
d. Payah Jantung : Sesak nafas, jantung berdebar, kaki bengkak
e. Penyakit lain : PSM
12. Preeklamsi Ringan : Bengkak tungkai dan tekanan darah tinggi
13. Hamil Kembar/ gemeli : Perut ibu sangat membesar, gerak anak terasa di beberapa tempat
14.Kembar Air/ Hidramnion : Perut ibu sangat membesar, gerak anak tidak begitu terasa, karena air ketuban terlalu banyak, biasanya anak kecil
15.Bayi mati dalam : Ibu hamil tidak terasa gerakan anak lagi kandungan
16. Hamil lebih bulan
(Serotinus) : Ibu hamil 9 bulan dan lebih 2 munggu belum melahirkan.
17. Letak Sungsang : di atas perut : kepala bayi ada diatas dalam rahim , * Kelainan letak sungsang : Rasa berat (nggandol) menunjukkan letak kepala janin
18. Letak Lintang : Disamping perut : kepala bayi didalam rahim terletak dosebelah kanan atau kiri
• KELOMPOK FR. III/ Ada Gawat Darurat
19. Perdarahan sbl bayi lahir : Mengeluarkan pada waktu hamil, sebelum kelahiran bayi
20. Preeklamsia Berat/
Eklamsia : Pada hamil 6 bulan lebih : sakit kepala, atau pusing, bengkak tungkai/ ditambah dengan terjadi kejang-kejang
Deteksi dini penyulit persalinan
• Partograf pada setiap persalinan kala I aktif
- Djj
- Air Ketuban U,J,M,D
- Molase
- Ø
- Penurunan kepala
- Waktu
- Jam
- Kontraksi
- Oksitosin
- Obat
- Nadi, TD, Temp
- Protein, Aseton dan volume urin
Deteksi dini komplikasi masa nifas
• Anemia
1. Risiko ini terjadi bila ibu mengalami perdarahan yang banyak, apalagi bila sudah sejak masa kehamilan kekurangan darah terjadi. Di masa nifas, anemia bisa menyebabkan rahim susah berkontraksi. Ini karena darah tak cukup memberikan oksigen ke rahim.
• Eklampsia dan preeklampsia
Selama masa nifas di hari ke-1 sampai 28, ibu harus mewaspadai munculnya gejala preeklampsia. Jika keadaannya bertambah berat bisa terjadi eklampsia, dimana kesadaran hilang dan tekanan darah meningkat tinggi sekali. Akibatnya, pembuluh darah otak bisa pecah, terjadi oedema pada paru-paru yang memicu batuk berdarah. Semuanya ini bisa menyebabkan kematian.
• Perdarahan postpartum
1. Perdarahan ini bisa terjadi segera begitu ibu melahirkan. Terutama di dua jam pertama yang kemungkinannya sangat tinggi
2. terjadi perdarahan, maka tinggi rahim akan bertambah naik
Involusi TFU Berat Uterus
Bayi lahir Setinggi Pusat 1000 gram
Uri Lahir 2 Jari b/ pusat 750 gram
1 minggu ½ pusat sympisis 500 gram
2 minggu Tidak teraba 350 gram
6 minggu Tambah kecil 50 gram
8 minggu Sebesar normal 30 gram
• Depresi masa nifas
1. Terjadi terutama di minggu-minggu pertama setelah melahirkan, di mana kadar hormon masih tinggi.
2. Gejalanya adalah gelisah, sedih, dan ingin menangis tanpa sebab yang jelas.
3. Tingkatannya bermacam-macam, mulai dari neurosis atau gelisah saja yang disertai kelainan tingkah laku, sampai psikosis seperti penderita sakit jiwa dan kadang-kadang sampai tak sadar, seperti meracau, mengamuk, dan skizofrenia. Situasi depresi ini akan sembuh bila ibu bisa beradaptasi dengan situasi nyatanya.
• Infeksi masa nifas
1. Pada saat nifas, adanya darah yang keluar merupakan proses pembersihan rahim dari sel-sel sisa jaringan, darah, lekosit, dan lainnya.
2. Gejala infeksi nifas tergantung pada bagian tubuh yang diserang. Pada minggu-minggu pertama, gejala yang terjadi akibat perluasan infeksi biasanya belum terlihat. Setelah infeksi berkembang lebih lanjut, barulah gejala berikut mulai terlihat.
3. Bila infeksi terjadi pada daerah antara lubang vagina dan anus, bagian luar alat kelamin, vagina atau mulut rahim , biasanya timbul gejala, yakni:
- Rasa nyeri dan panas pada tempat yang terinfeksi.
- Kadang-kadang, rasa perih muncul ketika buang air kecil.
- Sering juga disertai demam.
4. Bila terjadi infeksi pada selaput lendir rahim , gejalanya bisa dikenali dari cairan yang keluar setelah melahirkan. Cairan ini seringkali tertahan oleh darah, sisa-sisa plasenta atau selaput ketuban. Padahal, ini mengakibatkan gejala berikut:
- Suhu tubuh meningkat.
- Rahim membesar disertai rasa nyeri.
5. Bila infeksi menyebar melalui pembuluh darah balik ke berbagai organ tubuh , seperti paru-paru, ginjal, otak, atau jantung, akan mengakibatkan terjadinya abses-abses di tempat tersebut.
6. Bila infeksi menyebar melalui pembuluh getah bening dalam rahim , dapat langsung menuju selaput perut atau kadang melalui permukaan selaput lendir rahim menuju saluran telur serta indung telur. Nah, gejala yang akan muncul berupa:
- Rasa sakit.
- Denyut nadi meningkat
- Suhu tubuh meningkat disertai menggigil.
7. Jika infeksi terjadi, ibu mengalami gejala demam tinggi dan nifasnya berbau busuk. Selain itu rahim bisa menjadi lembek dan tak berkontraksi sehingga bisa terjadi perdarahan. Meski infeksi ini jarang berakibat fatal, tapi bila terjadi komplikasi bisa menyebabkan kematian.
