Mengenai Saya

Foto saya
balikpapan, kalimantan timur, Indonesia
Mengedepankan Kualitas dan Proffesionalisme

Selasa, 07 Juni 2011

Kehamilan Ektopik

Dalam keadaan normal, kehamilan akan terjadi dalam uterus, proses nidasi terjadi pada endometrium korpus uteri. Sedangkan dalam keadaan yang abnormal kehamilan terjadi di luar endometrium rahim, termasuk kehamilan pada pars interstisial tuba dan kanalis servikalis yang disebut kehamilan ektopik.

Pengertian kehamilan ektopik terganggu itu sendiri adalah kehamilan ektopik yang terganggu, dapat terjadi abortus atau pecah, dan hal ini dapat berbahaya bagi ibu hamil yang mengalami KET

Klasifikasi Kehamilan Ektopik Berdasarrkan Tempatnya



  1. Kehamilan Tuba
  2. Kehamilan ovarial sekitar 0,5 %
  3. Kehamilan abdominal sekitar 0,1 %
  4. Kehamilan Tubo Ovarial
  5. Kehamilan intraligamenter
  6. Kehamilan servikal
  7. Kehamilan tanduk rudamenter

Etiologi

  • Penyempitan tuba
  • Endometriosis tuba
  • Perlekatan perituba
  • Migrasi luar ovum

Pada minggu-minggu awal, kehamilan ektopik memiliki tanda-tanda seperti kehamilan pada umumnya, yaitu terlambat haid, mual dan muntah, mudah lelah, dan perabaan keras pada payudara.

Gejala

Nyeri Nyeri panggul atau abdomen hampir selalu terdapat.

Nyeri dapat bersifat unilateral atau bilateral ; terlokalisir atau menyebar.

Nyeri subdiafragma atau nyeri bahu tergantung ada atau tidaknya perdarahan intra-abdominal.

Perdarahan Perdarahan uterus abnormal (biasanya berupa bercak perdarahan ) terjadi pada 75% kasus yang merupakan akibat dari lepasnya sebagian desidua.

Amenorea Amenorea sekunder tidak selalu terdapat dan 50% penderita KE mengeluhkan adanya spotting pada saat haid yang dinanti sehingga tak jarang dugaan kehamilan hampir tidak ada.

Sinkope Pusing, pandangan berkunang-kunang dan atau sinkope terjadi pada 1/3 sampai ½ kasus KET.

“Desidual cast” 5 – 10% kasus kehamilan ektopik mengeluarkan ”desidual cast” yang sangat menyerupai hasil konsepsi.

Tanda

Ketegangan abdomen

Rasa tegang abdomen yang menyeluruh atau terlokalisir terdapat pada 80% kasus kehamilan ektopik terganggu

Nyeri goyang servik (dan ketegangan pada adneksa) terdapat pada 75% kasus kehamilan ektopik.

Masa adneksa Massa unilateral pada adneksa dapat diraba pada ⅓ sampai ½ kasus KE. Kadang-kadang dapat ditemukan adanya masa pada cavum Douglassi (hematocele)

Perubahan pada uterus Terdapat perubahan-perubahan yang umumnya terjadi pada kehamilan normal seperti ada riwayat terlambat haid dan gejala kehamilan muda

Apabila seorang wanita dengan kehamilan ektopik mengalami gejala diatas, maka dikatakan bahwa wanita tersebut mengalami Kehamilan Ektopik Terganggu. Apabila anda merasa hamil dan mengalami gejala-gejala seperti ini maka segera temui dokter anda. Hal ini sangat penting karena kehamilan ektopik dapat mengancam nyawa apabila ruptur (pecah) dan menyebabkan perdarahan di dalam.

Penatalaksanaan

  1. Disesuaikan dengan kondisi penderita, lokasi kehamilan ektopik dan keinginan penderita akan fungsi reproduksinya. Pada umumnya dilakukan laparotomi
  2. Bila kondisi buruk lakukan salpingektomia
  3. Pada KET yang belum pecah lakukan kemoterapi
Lanjut - Kehamilan Ektopik

Minggu, 27 Juni 2010

Asuhan kebidanan yang diberikan pada ibu kala I Persalinan

a. Penggunaan Partograf
Partograf merupakan alat untuk mencatat informasi berdasarkan observasi, anamnesa dan pemeriksaan fisik ibu dalam persalinan dan sangat penting khususnya untuk membuat keputusan klinis selama kala I persalinan.
Kegunaan utama dari partograf adalah :
1. Mengamati dan mencatat informasi kemajuan persalinan dengan memeriksa dilatasi serviks saat pemeriksaan dalam
2. Menentukan apakah persalinan berjalan normal dan mendeteksi dini persalinan lama sehingga bidan dapat membuat deteksi dini mengenai kemungkinan persalinan lama
Bagian-bagian dari partograf :
Partograf berisi ruang untuk pencatatan hasil pemeriksaan yang dilakukan selama kala I persalinan termasuk :
1. Kemajuan persalinan
a) Pembukaan serviks
b) Penurunan kepala janin
c) Kontraksi Uterus
2. Keadaan Janin
a) Djj
b) Warna dan jumlah air ketuban
c) Molase tulang kepala janin
3. Keadaan Ibu
a) Nadi, tekanan darah, suhu
b) Urin : volume dan protein
c) Obat-obatan dan cairan IV
b. Pengurangan Rasa Sakit (pain relief)
1) berdasarkan hasil penelitian, pemberian dukungan fisik, emosional dan psikologis selama persalinan akan dapat membantu mempercepat proses persalinan dan membantu ibu memperoleh kepuasan dalam melalui proses persalinan normal.
2) metode mengurangi rasa nyeri yang dilakukan secara terus menerus dalam bentuk dukungan harus dipilih yang bersifat sederhana, biaya rendah, resiko renedah, membantu kemajuan persalinan, hasil kelahiran bertambah baik dan bersifat sayang ibu.
menurut Varney, pendekatan untuk mengurangi rasa sakit dapat dilakukan dengan cara:
1) menghadirkan seseorang yang dapat memberikan dukungan selama persalinan (suami, orang tua)
2) pengaturan posisi :duduk atau setengah duduk, posisi merangkak, berjongkok atau berdiri, berbaring miring ke kiri
3) relaksasi dan pernafasan
4) istirahat dan privasi
5) penjelasan mengenai proses/kemajuan/prosedur yang akan dilakukan
6) sentuhan
beberapa teknik dukungan untuk mengurangi rasa sakit
1) kehadiran seorang pendamping yang terus menerus, sentuhan yang nyaman, dan dorongan dari orang yang memberikan support
2) perubahan posisi dan pergerakan
3) sentuhan dan massase


4) counterpressure untuk mengurangi tegangan pada ligament
5) pijatan ganda pada pinggul
6) penekanan pada lutut
7) kompres hangat dan kompres dingin
8) berendam
9) pengeluaran suara
10) visualisasi dan pemusatan perhatian (dengan berdoa)
11) musik yang lembut dan menyenangkan ibu
c. Persiapan Persalinan
1) Persiapan bagi ibu
a) Bersihkan daerah genitalia eksterna
b) Kosongkan rectum dan kandung kemih
c) Pakaian diganti dengan yang longgar
2) Persiapan alat
a) Beberapa pasang sarung tangan steril
b) Gunting tali pusat
c) Beberapa klem tali pusat dan klem lainnya
d) Benang atau plastik klem untuk tali pusat
e) Alat pengisap lendir bayi
f) Iodin
g) Alat-alat untuk penjahit luka
h) Obat-obatan dan jarum suntiknya
i) Kain kasa steril dan sebagainya
Dalam kala I pekerjaan penolong persalinan adalah mengawasi wanita in partu sebaik-baiknya dan melihat, apakah semua persiapan persalinan sudah dilakukan. Member obat atau melakukan tindakan hanya apabila ada indikasi untuk ibu maupun anak
Pada seorang primigravida aterm umumnya kepala janin sudah masuk PAP pada kehamilan 36 minggu, sedangkan pada multigravida baru pada kehamilan 38 minggu. Pada kala I, apabila kepala janin telah masuk sebagian ke dalam PAP serta ketuban belum pecah, tidak ada keberatan wanita tersebut duduk atau berjalan-jalan di sekitar kamar bersalin. Tetapi umumnya wanita tersebut lebih suka berbaring karena sakit ketika ada his. Berbaring sebaiknya ke sisi, tempat punggung janin berada. Cara ini mempermudah turunnya kepala dan putaran paksi dalam. Apabila kepala janin belum turun ke dalam pintu atas panggul, sebaiknya wanita tersebut berbaring terlentang, karena bila ketuban pecah, mungkin terjadi komplikasi-komplikasi, seperti prolaps tali pusat, prolaps tangan, dan sebagainya. Apabila his sudah sering dan ketuban sudah pecah, wanita tersebut harus berbaring.
Pemeriksaan luar untuk menentukan letak janin dan turunnya kepala hendaknya dilakukan untuk memeriksa kemajuan partus, di samping dapat dilakukan pula pemeriksaan rectal atau per vaginam. Hasil pemeriksaan per vaginam harus menyokong dan lebih merinci apa yang dihasilkan oleh pemeriksaan luar. (Wiknjosastro, 2005 : 192)
Pemeriksaan dalam diperlukan untuk menilai :
1) Vagina, terutama dindingnya, apakah ada bagian yang menyempit
2) Keadaan serta pembukaan serviks
3) Kapasitas panggul
4) Ada atau tidaknya penghalang (tumor) pada jalan lahir
5) Sifat fluor albus dan apakah ada alat yang sakit umpamanya bartholinitis dll
6) Pecah tidaknya ketuban
7) Presentasi kepala janin
8) Turunnya kepala dalam ruang panggul
9) Penilaian besarnya kepala terhadap panggul
Pada kala I wanita in partu dilarang mengedan
d. Pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis ibu dan keluarga
a. mengatur posisi
anjurkan ibu untuk mengatur posisi yang nyaman selama persalinan, anjurkan suami atau pendamping untuk membantu ibu mengatur posisi. ibu boleh berjalan, berdiri atau jongkok (membantu proses turunnya bagian terendah janin). berbaring miring (memberi rasa santai, memberi oksigenisasi yang baik ke janin, mencegah laserasi) atau merangkak(mempercepat rotasi kepala janin, peregangan minimal pada perineum, baik pada ibu yang mengeluh sakit punggung). posisi terlentang kurang dianjurkan karena dapat menyebabkan menurunnya sirkulasi darah dari ibu ke plasenta berdampak pada terjadinya hipoksia janin.

b. pemberian cairan dan nutrisi
berikan ibu asupan makanan ringan dan minum aior sesering mungkin agar tidak terjadi dehidrasi. dehidrasi dapat memperlambat kontraksi/ kontraksi menjadi kurang efektik
c. eliminasi
Buang Air Kecil (BAK)
anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya secara rutin setiap 2 jam sekali atau lebih sering atau jika kandung kemih penuh. anjurkan ibu untuk berkemih di kamar mandi, jangan dilakukan kateterisasi kecuali ibu tidak dapat berkemih secara normal. tindakan kateterisasi dapat menimbulkan rasa sakit dan menimbulkan resiko infeksi serta perlukaan pada kandung kemih.
kandung kemih yang penuh dapat menyebabkan:
a. memperlambat turunnya bagian terendah janin
b. menimbulkan rasa tidak nyaman
c. meningkatkan resiko perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri
d. mengganggu penatalaksanaan distosia bahu
e. meningkatkan resiko infeksi saluran kemih pascapersalinan
Buang Air Besar (BAB)
anjurkan ibu untuk BAB jika perlu. jika ibu ingin merasakan BAB saat fase aktif harus dipastikan apakah yang dirasakan ibu bukan disebabkan oleh tekanan pada rektum, jika ibu belum siap melahirkan diperbolehkan BAB di kamar mandi
tindakan klisma tidak dianjurkan dilakukan secara rutin karena dapat meningkatkan jumlah feses yang keluar pada kala II dan dapat meningkatkan resiko infeksi.
Mencegah Infeksi
menjaga lingkungan yang bersih sangat penting untuk mewujudkan kelahiran yang bersih dan aman bagi ibu dan bayi. kepatuhan dalam menjalankan praktek2 pencegahan infeksi yang baik juga akan melindungi penolong dan keluarga dari resiko infeksi
anjurkan ibu untuk mandi dan mengenakan pakaian yang bersih sebelum persalinan. anjurkan pada keluarga untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan ibu atau bayi baru lahir(BBL)
gunakan alat2 steril atau desinfeksi tingkat tinggi (DTT) dan sarung tangan pada saat diperlukan dalam melakukan pertolongan persalinan.
e. Tanda bahaya kala I
1) Bandle ring
2) Peningkatan tekanan darah 10-20 mmHg atau > 15 mmHg
3) Primi >8 jam
4) Multi >6 jam
5) Primi Ø 1 cm lebih dari 1 jam
6) Multi Ø 1 cm lebih dari 30 menit
Lanjut - Asuhan kebidanan yang diberikan pada ibu kala I Persalinan

Manajemen Kebidanan Kala I Persalinan

Jika seorang ibu akan bersalin datang kepada keluarga maka, seorang bidan layaknya dapat menerima ibu dan keluarganya. Seringkali seorang petugas kesehatan terburu-baru dalam memberikan asuhan kepada wanita yang akan bersalalin. Hal ini akan mengakibatkan rasa takut dan kurang percaya dari pihak pasien dan keluarga terhadap bidan, terlebih bila dihadapkan dalam kondisi kegawatan Setelah menerima ibu dan keluarga dengan baik, bidan kemudian melakukan pengkajian terhadap riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan:
1. Apakah ibu sedang dalam persalinan
2. Ibu dan bayi dalam keadaan baik
3. Apakah ada komplikasi/penyulit
Setelah itu layaknya seorang bidan melakukan diagnosis apakah ibu sudah masuk dalam persalinan yang sesungguhnya atau belum, kemudian menentukan apakah ibu membutuhkan intervensi darurat. Kemudian bidan membuat rencana asuhan. Dari rencana asuhan yang telah ditetapkan kemudian diaplikasikan dan pada akhirnya dievaluasi untuk dinilai keberhasilan atau tidak dari asuhan yang diberikan
Pengumpulan Data
RIWAYAT KESEHATAN
1. Meninjau kartu antenatal untuk:
a. Usia kehamilan
b. Masalah/komplikasi dengan kehamilan yang sekarang
c. Riwayat kehamilan yang terdahulu
2. Menanyakan riwayat persalinan:
a. Bagaimana perasaan ibu
b. Berapa bulan kehamilan ibu sekarang?
c. Kapan ibu mulai merasakan nyeri?
d. Seberapa sering rasa nyeri terjadi? Dan berapa lama berlangsung
e. Seberapa kuat rasa nyeri tersebut?
f. Apakah ibu memperhatikan adanya lendir darah?
g. Apakah ibu mengalami perdarahan dari vagina?
h. Apakah ibu melihat adanya aliran/semburan cairan? Jika ya, kapan?
i. Bagaimana warnanya? Berapa banyak?
j. Apakah bayi bergerak?
k. Kapan terakhir ibu buang air besar? Kencing?
l. Persalinan terdahulu: berapa lama berlangsung? Berat badan bayi?
PEMERIKSAAN FISIK & BAYI
1. Melakukan pemeriksaan fisik
a. Tekanan darah, nadi, suhu tubuh
b. Edema/pembengkakan pada muka, jari, tangan, kaki dan pretibia tungkai bawah
c. Warna pucat pada mulut dan konjungtiva
d. Refleks-refleks
e. Abdomen: luka bekas operasi, TFU, gerakan janin, kontraksi, pemeriksaan leopold’s, penurunan kepala janin
f. DJJ
g. Genital luar: luka, cairan, lendir darah, perdarahan, cairan ketuban
h. Genital dalam: penipisan cerviks, dilatasi, penurunan kepala janin, membran/selaput ketuban
Menilai dan Membuat Diagnosa
Dari temuan pada data diatas maka bidan dapat mengambil keputusan apakah ibu sudah masuk kedalam persalinan sesungguhnya atau belum, jika sudah masuk dalam persalinan yang sesungguhnya maka dalam kala berapa ibu sekarang
Asesmen pada persalinan sesungguhnya:
Persalinan juga harus dicurigai pada ibu dengan umur kehamilan > 22 minggu usia kehamilan, dimana ibu merasa nyeri abdomen berulang dengan disertai cairan lendir yang mengdung darah atau “show”. Agar dapat mendiagnosa persalinan, bidan harus memastikan perubahan cerviks dan kontraksi yang cukup
Bagaimana cara membedakan persalinan sesungguhnya dengan persalinan semu?

PERSALINAN SESUNGGUHNYA
a. Serviks menipis dan membuka
b. Rasa nyeri dengan interval yang teratur
c. interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek
d. Waktu dan kekuatan kontraksi semakin bertambah
e. Rasa nyeri bagian belakang dan menyebar ke bagian depan
f. Berjalan menambah intensitas
g. Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri
h. Lendir darah sering tampak
i. Ada penurunan bagian terendah janin
j. Bagian terendah janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi
k. Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan yang sesungguhnya


PERSALINAN SEMU
a. Tidak ada perubahan pada cerviks
b. Rasa nyeri tidak teratur
c. tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lain
d. Tidak ada perubahan pada waktu dan kekuatan kontraksi
e. Kebanyakan rasa nyeri di bagian depan
f. Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan
g. Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri
h. Tidak ada lendir darah
i. Tidak ada kemajuan penurunan
j. Bagian terendah belum masuk PAP walaupun ada kontraksi
k. Pemberian obat penenang yang efisien menghentikan rasa nyeri pada persalinan semu

Membuat Rencana Asuhan
Selama persalinan seorang bidan harus melakukan asesmen dan intervensi agar dapat:
a. Memantau perubahan tubuh ibu untuk menentukan apakah persalinan dalam kemajuan yang normal
b. Memeriksa perasaan ibu dan respon fisik terhadap persalinan
c. Memeriksa bagaimana bayi bereaksi saat persalinan dan kelahiran
d. Membantu ibu memahami apa yang sedang terjadi sehingga ia berperan serta aktif dalam menentukan asuhan
e. Membantu keluarga dalam merawat ibu selama persalinan, menolong kelahiran dan memberikan asuhan pasca persalinan dini
f. Mengenali masalah secepatnya dan mengambil keputusan serta tindakan yang tepat guna dan tepat waktu (efektif dan efisien)

Asesmen yang wajib/harus dimasukkan dalam rencana tindakan:
1. Pemantauan terus menerus kemajuan persalinan menggunakan partograf
2. Pemantauan terus-menerus TTV ibu
3. Pemantauan terus menerus keadaan bayi
4. Memenuhi kebutuhan hidrasi ibu
5. Menganjurkan perubahan posisi dan ambulasi
6. Menganjurkan tindakan yang memberikan pada rasa nyaman
7. Menganjurkan keluarga memberi dukungan

Tabel berikut menguraikan frekuensi minimal penilaian dan intervensi. Jika ibu menunjukkan tanda-tanda komplikasi atau gejala komplikasi atau perubahan kondisi, penilaian harus dilakukan lebih sering
Parameter

Frekuensi pada fase laten Frekuensi pada fase aktif
Tekanan darah Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Temperatur/suhu Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Nadi Setiap 30 menit Setiap 30 menit
DJJ Setiap 1 jam Setiap 30 menit
Kontraksi uterus Setiap 1 jam Setiap 30 menit
Perubahan cerviks Setiap 4 jam Setiap 2-4 jam
Penurunan bagian Setiap 4 jam Setiap 2-4 jam
terendah janin
Urine Setiap 2 jam Setiap 2 jam

Segera setelah selaput ketuban robek, bidan harus mendengarkan DJJ dan melakukan pemeriksaan dalam untuk memeriksa kemungkinan tali pusat menumbung

Untuk Asuhan Kebidanan Kala I saya terbitkan pada postingan berikutnya
Lanjut - Manajemen Kebidanan Kala I Persalinan

Kamis, 24 Juni 2010

Perubahan Fisiologis dan psikologis pada kala I

Beberapa perubahan yang terjadi pada masa persalinan, yaitu:
- Tekanan Darah
TD meningkat, sistolik rata-rata naik 10-20mmHg, diastolik 5-10mmHg, antara kontraksi TD normal. rasa sakit, cemas, dapat meningkatkan tekanan darah
- Metabolisme
Metabolisme karbohidrat aerob dan anaerob akan meningkat secara berangsur disebabkan oleh kecemasan dan aktivitas otot skeletal. peningkatan ini ditandai adanya peningkatan suhu tubuh, denyut nadi, kardiak output, pernafasan dan cairan yanghilang.
- Suhu tubuh
suhu tubuh sedikit meningkat (tidak lebih dari 0,5-1C) karena peningkatan metabolisme terutama selama dan segera setelah persalinan.
- Detak Jantung
Detak jantung akan meningkat cepat selama kontraksi berkaitan juga dengan peningkatan metabolisme. sedangkan antara kontraksi detak jantung mengalami peningkatan sedikit dibanding sebelum persalinan.
- Pernafasan
Terjadi peningkatan laju pernafasan berhubungan dengan peningkatan metabolisme. hipeventilasi yang lama dapat menyebabkan alkalosis.
- Perubahan pada ginjal
poliuri(jumlah urin lebih dari normal) sering terjadi selama persalinan, disebabkan oleh peningkatan kardiak output, peningkatan filtrasi glomerulus dan peningkatan aliran plasma ginjal. proteinuria dianggap gejala normal selama persalinan
- Perubahan Gastro Intastinal
motilitas lambung dan absorbsi makanan padat secara substansial berkurang banyak selama persalian. pengeluaramn getah lambung berkurang, menyebabkan aktivitas pencernaan hampir berhenti dan pengosongan lambung menjadi lambat. cairan tidak berpengaruh dan meninggalkan perut dalam tempo yang biasa. mual dan muntah sering terjadi sampai akhir kala I.
- PerubahanHematologi
hemoglobin meningkat sampai 1,2 gram/100ml selama persalianan dan akan kembali pada tingkat seperti sebelum persalinan sehari setelah pasca persalinan kecuali pada perdarahan postpartum

Perubahan psikologis pada kala I dipengaruhi oleh:
- pengalaman sebelumnya
- persiapan menghadapi persalinan (fisik, mental, materi dsb)
- lingkungan
- mekanisme koping
- sikap terhadap kehamilan

kecemasan menghadapi persalinan intervensinya: kaji penyebab kecemasan, orientasikan ibu terhadap lingkungan , pantau tanda vital (tekanan darah dan nadi), ajarkan teknik2 relaksasi, pengaturan nafas untuk memfasilitasi rasa nyeri akibat kontraksi uterus

kurang pengetahuan tentang proses persalinan intervensinya: kaji tingkat pengetahuan, beri informasi tentang proses persalinan dan pertolongan persalinan yang akan dilakukan, informed consent

kemampuan mengontrol diri menurun (pada kala I fase aktif) intervensinya: berikan support emosi dan fisik, libatkan keluarga (suami) untuk selalu mendampingi selama proses persalinan berlangsung
Lanjut - Perubahan Fisiologis dan psikologis pada kala I

Kamis, 29 April 2010

Timbang berat cintamu dan dirinya


Ketiklah namamu dan namanya kemudian ukurlah berat cintamu... seberapa besar cintamu dan cintanya??? apakah kalian benar-benar saling mencinta ???

terserahlah nama siapa yang akan kau ketikkan, suamimu?? kekasihmu??? cinta terpendammu?? tetanggamu?? atau satpam komplekmu?? atau mungkin juga ojek langgananmu
Lanjut - Timbang berat cintamu dan dirinya

Kebutuhan Dasar Pada Ibu dalam Proses Persalinan

Setiap ibu yang akan memasuki masa persalinan maka akan muncul perasaan takut, khawatir, ataupun cemas terutama pada ibu primipara. Perasaan takut dapat meningkatkan nyeri, otot-otot menjadi tegang dan ibu menjadi cepat lelah yang pada akhirnya akan menghambat proses persalinan.
Bidan adalah orang yang diharapkan ibu sebagai pendamping persalinan yang dapat diandalkan serta mampu memeberikan dukungan, bimbingan dan pertolongan persalinan.
Asuhan yang sifatnya mendukung selama persalinan merupakan suatu standar pelayanan kebidanan. Asuhan yang mendukung berarti bersifat aktif dan ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung.
Jika seorang bidan sedang sibuk, maka ia harus memastikan bahwa ada seorang pendukung yang hadir dan memantu wanita yang sedang dalam persalinan.
Dukungan dapat diberikan oleh orang-orang terdekat pasien (suami, keluarga, teman, perawat, bidan maupun dokter).
Pendamping persalinan hendaknya orang yang sudah terlibat sejak dalam kelas-kelas antenatal. Mereka dapat membuat laporan tentang kemajuan ibu dan secara terus menerus memonitor kemajuan persalinan.
1. Bidan harus mampu memberikan perasaan kehadiran:
2. Selama bersama pasien, bidan harus konsentrasi penuh untuk mendengarkan dan melakukan observasi.
3. Membuat kontak fisik : mencuci muka pasien, menggosok punggung dan memegang tangan pasien dll.
4. Menempatkan pasien dalam keadaan yakin (bidan bersikap tenang dan bisa menenangkan pasien).
Ada lima kebutuhan dasar bagi wanita dalam persalinan menurut Lesser & Keane ialah:
• Asuhan fisik dan psikologis
• Kehadiran seorang pendamping secara terus menerus
• Pengurangan rasa sakit
• Penerimaaan atas sikap dan perilakunya
• Informasi dan kepastian tentang hasil persalinan yang aman.
Lanjut - Kebutuhan Dasar Pada Ibu dalam Proses Persalinan

Rabu, 28 April 2010

Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Ibu dalam Masa Persalinan

A. Pengertian Persalinan
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin atau uri) yang telah cukup bulan atau hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri) (Manuaba, 1998: 157).
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin+uri), yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. (Mochtar, 1998:91)

Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. ( Sarwono, 2005 : 181 )
B. Bentuk Persalinan
1. Persalinan spontan, bila persalinan berlangsung dengan tenaga sendiri.
2. Persalinan buatan, bila persalinan denagn rangsangan sehingga terdapat kekuatan untuk persalinan.
3. Persalinan anjuran
yang paling ideal sudah tentu persalinan spontan karena tidak memerlukan bantuan apapun dan mempunyai trauma persalinan yang paling ringan sehingga kualitas sumber daya manusia dapat terjamin. (Manuaba, 2002 :138)
C. Beberapa Istilah yang Ada Hubungannya dengan Partus
1. Menurut cara Persalinan
a. Partus biasa ( normal )disebut juga partus spontan, adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.
b. Partus luar biasa ( abnormal ) ialah persalinan pervaginam dengan bantuan alat-alat atau melalui dinding perut dengan operasi caesarea

2. Menurut tua ( umur ) kehamilan :
a. Abortus ( keguguran )adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup ( viable )- berat janin di bawah 1000gr- tua kehamilan di bawah 28 minggu.
b. Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28-38 minggu, janin dapat hidup tetapi prematur berat janin antara 1000-2500gr.
c. Partus maturus atau aterm ( cukup bulan ) adalah partus pada kehamilan 37-40 minggu, janin matur berat badan diatas 2500gr.
d. Partus post maturus ( serotinus ) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang di taksir, janin disebut post matur.
e. Partus presipatatus adalah partus yang berlangsung cepat, mungkin di kamar mandi, di atas becak dan sebagainya.
f. Partus percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti tentang ada atau tidaknya disproporsi sefalopelvik.

Pembagian menurut buku lama adalah :
a. Abortus ialah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan 16 minggu atau sebelum plasentasi selesai.
b. Partus imaturus adalah penghentian kehamilan sebelum janin viable atau berat janin kurang dari 1000gr atau kehmailan di bawah 28 minggu.

3. Gravida dan para
a. Gravida adalah seorang wanita yang sedang hamil.
b. Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya.
c. Para adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi hidup untuk pertama kalinya.
d. Nullipara adalah seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi viable.
e. Primipara adalah seorang wanita yang pernah melahirkan bayi hidup untuk pertama kalinya.
f. Multipara atau pleuripara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi viable beberapa kali( sampai 5 kali ).
g. Grande multipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi 6 kali atau lebih, hidup atau mati.
( Mochtar, 1998 : 91-92 )
D. Sebab – sebab yang menimbulkan persalinan
Sebab-sebab terjadinya persalinan belum diketahui benar, yang ada hanyalah merupakan teori-teori yang kompleks antara lain dikemukakan faktor-faktor hormonal, sirkulasi rahim, pengaruh tekanan pada syaraf dan nutrisi.
Teori penurunan hormon : 1-2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Progesteron bekerja sebagai penenang otot-otot polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his bila kadar progesteron turun.
1. Teori plasenta menjadi tua akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim.
2. Teori distensi rahim : rahim yang menjadi besar dan meregang menyebabkan iskemia otot-otot rahim, sehingga mengganggu sirkulasi utero plasenter.
3. Teori iritasi nekanik : dibelakang serviks terletak ganglion servikale (fleksus frankenhauser). Bila ganglion ini digeser dan di tekan, misalnya oleh kepala janin, akan timbul kontraksi uterus.
4. Induksi partus ( Induction of labour ), partus dapat pula ditimbulkan dengan jalan :

a) Gagang laminaria : beberapa laminaria dimasukkan dalam kanalis servikalis dengan tujuan merangsang fleksus frankenhauser.
b) Amniotomi : pemecahan ketuban
c) Oksitosin drips : pemberian oksitosin menurut tetesan per infus. ( Mochtar, 1998 : 93 )
E. Terjadinya permulaan persalinan
Dengan turunnya hormon progesteron menjelang persalinan dapat terjadi kontraksi. Kontraksi otot rahim menyebabkan :
1. Turunnya kepala, masuk pintu atas panggul, terutama pada primigravida minggu ke -36 dapat menimbulkan sesak bagian bawah, di atas simpisis pubis dan sering ingin kencing karena kandung kemih tertekan kepala.
2. Perut lebih melebar karena fundus uteri turun.
3. Terjadi perasaan sakit di daerah pinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan tertekannya fleksus frankenhuser yang terletak sekitar serviks ( tanda persalinan palsu-false labour
4. Terjadi pengeluaran lendir, dimana lendir penutup serviks dilepaskan.
5. Terjadi perlunakan serviks karena terdapat kontraksi otot rahim.
( Manuaba, 1998 : 160 )
F. Tahapan Persalinan
Proses persalinan terdiri dari 4 kala, yaitu :
Kala I : waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm
Kala II : kala pengeluaran janin, waktu uterus dengan kekuatan his ditambah kekuatan mengedan mendorong janin keluar hingga lahir
Kala III : waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri
Kala IV : mulai dari lahirnya uri selama 1-2 jam
1. Kala I ( Kala Pembukaan )
In partu (partus mulai) ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show), karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effacement).
Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar kanalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka
Kala pembukaan dibagi 2 fase, yaitu :
a. Fase laten : di mana pembukaan serviks berlangsung lambat ; sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7-8 jam.
b. Fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 subfase :
1) Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm
2) Periode dilatasi maksimal (steady) : selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm
3) Periode deselerasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan jadi 10 cm atau lengkap
Dalam buku-buku, proses membukanya serviks disebut dengan berbagai istilah : melembek (softening), menipis (thinned out), oblitrasi (obliterated), mendatar dan tertarik ke atas (effaced and taken up) dan membuka (dilatation)
Fase-fase yang dikemukakan di atas dijumpai pada primigravida. Bedanya dengan multigravida ialah :
Primi Multi
Serviks mendatar (effacement) Mendatar dan membuka
Dulu baru dilatasi bisa bersamaan
Berlangsung 13-14 jam berlangsung 6-7 jam

2. Kala II (kala pengeluaran janin)
Pada kala pengeluaran janin, his terkoordinir, kuat, cepat, dan lebih lama, kira-kira 2-3 menit sekali. Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Karenan tekanan pada rectum, ibu merasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, akan lahirlah kepala, diikuti oleh seluruh badan janin. Kala II pada primi : 1 ½ - 2 jam, pada multi ½ - 1 jam

3. Kala III (kala pengeluaran uri)
Setelah bayi lahir, kontraksi rahim istirahat sebentar. Uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat, dan berisi plasenta. Beberapa saat kemudian, timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Dalam waktu 5-1 menit seluruh plasenta terlepas, terdorong ke dalam vagina dana akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simfisis atau fundus uteri. Seluruhb proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc

4. Kala IV
Adalah kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi dan uri lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan postpartum.
Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah :
Primi Multi
Kala I 13 jam 7 jam
Kala II 1 jam ½ jam
Kala III ½ jam ¼ jam
Lama persalinan 14 ½ jam 7 ¾ jam
G. Tujuan Asuhan Persalinan
Tujuan asuhan persalinan normal yaitu mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat optimal.
H. Tanda-tanda persalinan
Gejala persalinan sebagai berikut :
1. Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek.
2. Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda, yaitu :
a. Pengeluaran lendir
b. Lendir bercampur darah
3. Dapat disertai ketuban pecah
4. Pada pemeriksaan dalam, dijumpai perubahan serviks :
a. Perlunakan serviks
b. Pendataran serviks
c. Terjadi pembukaan serviks

Faktor-faktor penting dalam persalinan adalah :
1. Power
a. His ( kontraksi rahim )
b. Kontraksi otot dinding rahim
1) Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan
2) Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum
2. Pasanger
Janin dan plasenta
Passage
Jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang.
Pada waktu partus akan terjadi perubahan-perubahan pada uterus, serviks, vagian dan dasar panggul. ( Manuaba, 1998 : 160 )
Lanjut - Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Ibu dalam Masa Persalinan

Senin, 08 Juni 2009

menghilangkan nyeri persalinan???

tadi ada teman saya yang request..
minta tips-tips agar bersalin bisa cepat dan tidak nyeri...
yang namanya persalinan memang harus disertai dengan nyeri.
hanya saja kadar nyeri seseorang berbeda dengan orang yang lain. tapi apakah nyeri tersebut bisa dihilangkan?
jawabnya tentu bisa.
tapi tidak seutuhnya nyeri tersebut di hilangkan , kalau menurut saya nyeri dapat kita minimalkan.
rasa nyeri pada persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim. nah kontraksi rahim inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut dan dapat menjalar ke arah paha.
kontraksi ini menyebabkan adanya pembukaan mulut rahim. dengan adanya pembukaan mulut rahim maka akan terjadi persalinan.
rasa nyeri yang ditimbulkan oleh kontraksi rahim ini dapat dikurangi antara lain dengan cara :
- memberi rasa nyaman pada ibu bersalin
- menggunakan teknik pernafasan tertentu
- menggunakan anastesi (pembiusan)
- menggunakan obat-obatan sedativa (penenang)

sekarang mari kita coba bahas satu persatu
- rasa nyaman pada ibu bersalin
seorang ibu yang akan menghadapi persalinan biasanya dihadapi dengan rasa cemas dan takut. bayang-bayang persalinan yang menegangkan dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan ibu. oleh karena itu di sini diperlukan peran dari lingkungan di sekitar ibu baik dukungan dari tenaga medis maupun dari sang suami dan keluarganya
kehadiran suami di sisi ibu ketika menjalani persalinan dapat membantu memberikan rasa nyaman. Dengan dukungan yang diberikan oleh suami ibu akan merasa lebih tenang sehingga akan mengurangi ketegangan yang dialami oleh ibu.
selain itu ibu dapat pula diberikan massage pada punggung. massage pada punggung merupakan therapy untuk mengurangi rasa nyeri pada persalinan

- teknik pernafasan (hypnobreathing)
sekarang sudah banyak diadakan latihan-latihan pernafasan salah satunya yang paling terkenal adalah yoga. latihan pernafasan pada saat kehamilan dapat membantu ibu untuk mengurangi rasa sakit. latihan pernafasan juga bisa didapatkan pada latihan senam hamil.

untuk pemberian anastesi dan obat-obatan saya tidak akan membahas lebih lanjut karena ada ahlinya yang dapat membahas hal ini

yang terpenting adalah pengawasan selama kehamilan (pemeriksaan kehamilan) secara rutin dapat membantu ibu untuk mendapatkan informasi tentang proses persalinan. sehingga ibu tidak perlu khawatir akan proses persalinan yang akan dijalaninya...

thank's for donny atas sarannya.....


Lanjut - menghilangkan nyeri persalinan???

Minggu, 07 Juni 2009

pengertian

Letak sungsang adalah letak memanjang dengan bokong sebagai bagian yang terendah (presentasi bokong)

Pembagian letak sungsang

Letak bokong murni

Letak bokong kaki

Letak lutut

Letak kaki

Letak Bokong Murni


Teraba bokong

Kedua kaki menjungkit ke atas sampai kepala bayi

Kedua kaki bertindak sebagai spalk

Diagnosis

Pemeriksaan luar

- Kepala janin teraba di fundus uteri

- Bag. Bawah uterus teraba bokong

Djj setinggi/lebih tinggi > umbilikus

Ibu merasa kehamilan terasa lain

Gerakan janin terasa lebih banyak di bagian bawah

Jika tidak bisa periksa luar :

Periksa dalam

Teraba bokong :

Sakrum

Tuber ossis iskii

Anus

Teraba kaki : tumit

Tangan :

Jari tidak sejajar

Panjang jari kurang lebih sama dengan telapak tangan

Letak Bokong Kaki Sempurna

Teraba bokong

Kedua kaki berada di samping bokong

Letak bokong tak sempurna

Teraba bokong

Di samping bokong teraba kaki

Letak kaki

Bila bagian terendah teraba salah satu dan kedua kaki atau lutut

Dapat dibedakan :

letak kaki, bila kaki terendah

letak lutut bila lutut terendah

Penyebab Letak Sungsang

  1. Sudut Ibu

a. keadaan rahim

Rahim arkuatus

Septum pada rahim

Uterus dupleks

Mioma bersama kehamilan

b. keadaan plasenta

Plasenta letak rendah

Plasenta praevia

c. Keadaan jalan lahir

Kesempitan panggul

Deformitas tulang panggul

Terdapat tumor menghalangi jalan lahir dan perputaran ke posisi kepala

  1. Sudut Janin

Pada janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsang

Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat

Hidrosefalus atau anensefalus

Kehamilan kembar

Hidramnion atau oligohidramnion

Prematuritas


Mekanisme Persalinan

1. Bokong masuk ke dalam rongga panggul dengan garis pangkal paha melintang atau miring

2. Putaran paksi dalam (ketika menyentuh dasar panggul )

3. Fleksi lateral badan janin

4. Putaran paksi LUar

5. Putaran Paksi dalam pada Bahu

6. Kepala masuk PAP dengan sutura sagitalis miring/melintang

7. Kepala melakukan putaran paksi dalam

8. Muka memutar ke posterior

9. Oksiput ke arah simpisis

Penatalaksanaan Antenatal

Waspada thd kasus letak sungsang dimulai sejak kehamilan 24 mg

Bila pd kehamilan 28-30mg masih didaptkan letak sungsang maka dilakukan USG untuk mencari penyebab kelainan

Prognosa Persalinan

1.Ibu

Persalinan lama (krn bo/kaki lunak)

Robekan Cx (bo-kaki lahir O blm masuk)

2.Anak

Kemacetan persalinan kepala

Asphyksia, kematian,perdarahan intracranial robekan otot leher, trauma columna vert, kerusakan plek brachialis.

Kemacetan bahu

- Frakrur humerus

- Kerusakan organ visera

Persalinan bokong

- Fraktur os femoris

- Paralysa tungkai

Kelahiran kepala janin > 8 menit setelah umbilikus dilahirkan, akan membahayakan janin

Penanganan

Dalam Kehamilan :

Versi luar (tidak dianjurkan)

- sebaiknya dilakukan pada UK 34-38 mgg

- diagnosis letak janin pasti

- djj dalam keadaan baik

- kontraindikasi :

* panggul sempit * HAP

* Hipertensi * Gemelli

* Plasenta Praevia

VERSI LUAR


Dalam persalinan

Ada beberapa tindakan :

- Bracht : manual aid & manual hilfe

- klasik

- mueller

- loveset

Pada prinsipnya persalinan letak sungsang lebih baik ditolong dengan menggunakan perasat bracht

1. Tahap pertama : lahirnya bokong sampai umbilikus, spontan.

2. Tahap kedua : fase cepat, lahirnya umbilikus sampai mulut, fase di mana bayi harus dilahirkan cepat karena talipusat terjepit oleh kepala bayi di pintu atas panggul (batas waktu 8 menit).

3. Tahap ketiga : fase lambat, lahirnya mulut sampai seluruh kepala. Kepala harus dilahirkan lambat untuk menghindari terjadinya perdarahan intrakranial (ruptura tentorium cerebelli) akibat dekompresi yang mendadak.

Teknik : hiperlordosis badan bayi

Keuntungan :

1. tangan penolong tidak masuk jalan lahir, sehingga mengurangi risiko infeksi.

2. mendekati persalinan fisiologik, mengurangi trauma pada janin.

Kerugian :

1. 5-10% mengalami kegagalan.

2. tidak dilakukan pada panggul sempit, janin besar, jalan lahir kaku (primipara), nuchal arm (lengan menjungkit).

Manual Aid

Indikasi :

1. pertolongan secara Bracht gagal.

2. elektif, karena sejak semula direncanakan pertolongan dengan manual aid.

Tahapan :

1. Tahap pertama : lahirnya bokong sampai umbilikus, spontan

2. Tahap kedua : lahirnya bahu dan lengan memakai tenaga penolong secara klasik (Deventer), Mueller atau Lovset.

3. Tahap ketiga : lahirnya kepala, dengan cara Mauriceau-Veit-Smellie, Najouk, Wigand Martin-Winckel, Prague terbalik, atau dengan cunam Piper

a. Teknik cara klasik

melahirkan bahu dan lengan belakang lebih dahulu

melahirkan lengan depan yang berada di bawah simfisis.

bila lengan depan sukar, maka lengan depan diputar menjadi lengan belakang

kemudian lengan belakang dilahirkan.

b. Teknik cara Mueller

melahirkan bahu dan lengan depan lebih dahulu dengan ekstraksi

melahirkan bahu dan lengan belakang.

c. Teknik cara Lovset

memutar badan janin dalam setengah lingkaran bolak-balik

lakukan traksi cunam ke bawah sehingga bahu yang sebelumnya berada di belakang akhirnya lahir di bawah simfisis.

Keuntungan :
1. Sederhana dan kegagalan jarang

2. tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir, sehingga risiko infeksi minimal.


melahirkan kepala yang menyusul (aftercoming head)

Cara Mauriceau-Veit-Smellie

1. Tangan penolong dimasukkan dalam jalan lahir

2. jari tengah dimasukkan dalam mulut

3. jari telunjuk dan jari manis mencekam fossa kanina sedangkan jari lain mencekam leher

4. Badan bayi diletakkan di atas lengan bawah penolong, seperti menunggang kuda.

5. Jari telunjuk dan jari tengah penolong dari lengan yang lain mencekam leher bayi dari arah punggung

6. pertahankan posisi leher dan mencegah terjadinya defleksi atau hiperekstensi kepala.

Cara Najouk

1. Kedua tangan penolong mencekam leher bayi dari arah depan dan belakang.

2. Kedua tangan penolong menarik bahu curam ke bawah

3. asisten membantu mendorong kepala bayi ke arah bawah, dari tekanan suprasimfisis.

Cara Prague terbalik

Cara ini dipakai bila oksiput dengan ubun-ubun kecil berada di belakang dekat sakrum dan muka bayi menghadap simfisis.

Tekniknya :

1. Satu tangan mencekam leher dari bawah

2. Pungung bayi diletakkan di telapak tangan

3. Tangan lain memegang kedua pergelangan kaki

4. Kaki di tarik ke atas bersamaan dg tarikan bahu

5. Perut bayi mendekati perut ibu

6. Lahirkan kepala dg laring sbg hipomoklion

Cunam Piper


Cunam Piper memiliki lengkung kepala dan lengkung panggul yang panjang, dapat dipergunakan untuk melahirkan kepala yang menyusul, ditarik ke bawah.
Indikasi cunam ini setara dengan pertolongan pengeluaran kepala cara Mauriceau.

Ekstraksi pada presentasi bokong

Dilakukan pada presentasi bokong murni (frank breech) dan bokong sudah berada di dasar panggul

1. Masukkan jari telunjuk yang searah dg bagian kecil janin ke dalam jalan lahir

2. Letakkan pada lipat paha

3. tarik lipat paha curam ke bawah

4. Pegang femuro pelvik bayi

5. Lahirkan bayi

6. Manual aid

Teknik ekstraksi kaki (Pinard)

Langkah Pertama :

- Tangan masuk mencari bokong, pangkal paha sampai lutut

- abduksi dan fleksi pada paha janin

- Tangan luar menekan fundus

- Pergelangan kaki luar di pegang dan dituntun keluar dari vagina sampai lutut

Langkah Kedua :

Kedua tangan penolong memegang betis,

kaki ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir

Langkah ketiga :

Pangkal paha ditarik curam ke arah bawah sampai trochanter depan lahir

disusul trochanter belakang dan bokong lahir.

Langkah keempat :

Lahirkan bayi dengan memegang femuropelvik

Tarik curam ke bawah sampai umbilikus lahir

SYARAT PARTUS PERVAGINAM PADA LETAK SUNGSANG

janin tidak terlalu besar

tidak ada suspek CPD

tidak ada kelainan jalan lahir

Jika berat janin 3500 g atau lebih, terutama pada primigravida atau multipara dengan riwayat melahirkan kurang dari 3500 g, sectio cesarea lebih dianjurkan.

Penyulit yang mungkin terjadi

SUFOKASI :

ASPIRASI DARAH

LENDIR

Prolaps tali pusat

Asfiksia

Kerusakan Jaringan Otak

Fraktur pd Tulang2 Bayi

Cedera flexus brakialis, hematoma otot-otot



Karena banyak sekali gambar yang harus di upload jadi materi yang ini tidak saya sertai dengan gambar-gambar

tapi nanti di entri yang lain akan saya tampilkan khusus gambar-gambar tentang letak sungsang

Lanjut -

Rabu, 03 Juni 2009

Kehamilan dengan penyakit gangguan jiwa

Latar Belakang

Kehamilan adalah suatu masa dimana terjadi perubahan dramatis baik biologis, psikologis maupun adaptasi

pada wanita. Kehamilan dan nifas kadang-kadang dapat menimbulkan psikosis

Kehamilan peristiwa yang paling rumit

Ketidakmatangan dalam perkembangan emosional dan psikoseksual

Bayang-bayang rasa cemas dan takut akan hal-hal yang mungkin akan terjadi baik pada diri ibu maupun pada bayinya

Penyebab

Internal

Perubahan tubuh dan hormonal ibu hamil.

Eksternal

- Kehamilan tak diinginkan

- Kehamilan berisiko

- Jarak kehamilan yang terlalu dekat

- Riwayat keguguran

- Riw. Obstetri buruk

Proses kejiwaan dalam kehamilan

Triwulan I

Cemas

Takut

Panik

gusar

Benci pada suami

Menolak kehamilan

mengidam

Triwulan II

Kehamilan nyata

Adaptasi dengan kenyataan :

- perut bertambah besar

- terasa gerakan janin

Triwulan III

Timbul gejolak baru menghadapi persalinan

Perasaan bertanggung jawab

golongan ibu yang mungkin merasa takut

Ibu yang mempunyai riwayat/pengalaman buruk pada persalinan yang lalu

Multipara agak berumur

Primigravida yang mendengar tentang pengalaman ngeri dan menakutkan dari teman-teman lain

Gangguan jiwa yang dapat terjadi pada kehamilan antara lain :

Gangguan afektif pada kehamilan

Gangguan bipolar

Skizofrenia

Gangguan cemas menyeluruh

Gangguan panik

Gangguan obsesif konvulsif

Depresi

suatu perasaan sedih yang sangat mendalam, yang bisa terjadi setelah kehilangan seseorang atau peristiwa menyedihkan lainnya, tetapi tidak sebanding dengan peristiwa tersebut dan terus menerus dirasakan melebihi waktu yang normal.

Tanda depresi kehamilan

Tidak bisa berkonsentrasi, mengingat, atau mengambil keputusan

Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terganggu

hubungan calon ibu dengan orang-orang sekitarnya terganggu

Kondisi ibu mengancam keselamatan janin

Psikosa

suatu gangguan jiwa dengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality)

Tanda psikosis

halusinasi

Sejumlah kelainan perilaku, seperti aktivitas yang meningkat, gelisah, retardasi psikomotor dan perilaku katatonik.

Pencegahan

Informasi

ANC rutin

Nutrisi

Penampilan

Aktivitas

Relaksasi

Senam hamil

Latihan pernafasan

Penanganan

Konsultasi :

Dokter

Psikolog

Psikiater

Bagi tenaga kesehatan

Sejak pemeriksaan kehamilan pertama kali tenaga medis harus dengan kesabaran meyakinkan calon ibu bahwa peristiwa kehamilan dan persalinan merupakan hal yang normal dan wajar

Ajarkan dan berikan latihan-latihan untuk dapat menguasai otot-otot, istirahat dan pernafasan

Hindari kata-kata dan komentar yang dapat mematahkan semangat si wanita

Hindari komentar suatu kasus dan gelak tawa

The woman about to become a mother, or with her newborn infant upon her bosom, should be the object of trembling care and sympathy wherever she bears her tender burden or stretches her aching limbs… god forbid that any member of the profession to which she trusts her life, doubly precious at the eventful period, should hazard it negligently, unadvisedly, or selffishly

Oliver Wendel Holmes

Lanjut - Kehamilan dengan penyakit gangguan jiwa